Akses terbuka Vol 6 No 2 (2026) · hlm. 145-159

The Reorientation Of Ormas Policy And Governance As A Forum For People's Political Participation

A. Legal Framework for the Management of Mass Organisations in Indonesia B. Mass Organisations as Representatives of Public Political Participation C. Reorientation of Policies Facilitating the Role of Mass Organisations

Penulis

  • Muhaimin Universitas Teknologi Surabaya, Indonesia
  • Novi Enjelina Putri Universitas Teknologi Surabaya
Abstrak

Artikel ini mengkaji dinamika kebijakan hukum bagi organisasi sosial massa (Ormas) di Indonesia, yang telah mengalami pergeseran paradigma dari instrumen represif menjadi model fasilitatif. Peraturan perundang-undangan sebelumnya yang mengatur ormas cenderung berfungsi sebagai alat kontrol negara untuk membatasi kebebasan masyarakat sipil dan melemahkan kebebasan berserikat, seringkali dengan alasan stabilitas politik dan keamanan. Perkembangan terkini menunjukkan adanya penataan ulang yang memposisikan ormas sebagai mitra pembangunan strategis dan saluran partisipasi politik rakyat. Melalui pendekatan hukum-normatif dan analisis hukum-politik, studi ini menyoroti ketidakharmonisan regulasi, konflik kepentingan, dan implikasi kebijakan bermasalah yang berkelanjutan yang mengarah pada ketegangan antara keharusan demokrasi dan kepentingan negara. Temuan studi ini menggarisbawahi bahwa transformasi peran ormas memerlukan perancangan ulang tatanan hukum yang berfokus pada perlindungan hak konstitusional, keadilan sosial, dan penguatan masyarakat sipil sebagai fondasi demokrasi. Oleh karena itu, kebijakan hukum ormas ke depan harus menyeimbangkan antara kepastian hukum, kebebasan berserikat, dan kepentingan publik.

Keywords: Organisasi masyarakat, kebijakan hukum, kebebasan berserikat, demokrasi, partisipasi politik

Kata Kunci
  • legal policy
  • democracy
  • political participation
  • freedom of association
  • civil society organitation
Referensi
  1. Adam, H. (2024). Kedudukan Hukum Organisasi Kemasyarakatan dalam Perspektif Siyasah. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 9(1), 59–73. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.830
  2. Chaudhry, S. (2022). The Assault on Civil Society: Explaining State Crackdown on NGOs. International Organization, 76(3), 549–590. https://doi.org/10.1017/S0020818321000473
  3. DPR RI. (2012). Pansus RUU ORMAS, RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) DPR RI (pp. 167–186). DPR RI.
  4. Ertanti, Indriana (2021). Konfigurasi Politik Pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Organisasi Kemasyarakatan Sebagai Produk Hukum Di Indonesia. Diversi Jurnal Hukum, 7(2), 129–150. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Diversi/article/download/433/473
  5. Fransen, L., & Dupuy, K. E. (2024). Death by Law: Restrictive Regulations and INGO Numbers. International Journal of Politics, Culture and Society, 37(3), 433–445. https://doi.org/10.1007/s10767-024-09474-5
  6. International Law Making. (2006). Dekiarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. Indonesian Journal of International Law, Iii, 1–6. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  7. Jentera. (2013). Sengkarut Hukum Pembubaran Ormas. Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera. https://www.jentera.ac.id/publikasi/sengkarut-hukum-pembubaran-ormas
  8. Khasanofa, A. (2017). Kedudukan Perppu Ormas Dalam Negara Hukum Indonesia. Jurnal Hukum Replik, 5(2), 128. https://doi.org/10.31000/jhr.v5i2.922
  9. Kurniawan, M. B. (2018). Konstitusionalitas Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas Ditinjau dari UUD 1945 The Constitutionality of Government 2017 on Social Organization Reviewed from the 1945 Constitution. 15(2).
  10. Latifah, M. (2020). Pelindungan HAM dalam Mekanisme Pembubaran Ormas Berbadan Hukum Berdasarkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2017 (Human Rights Protection on Dissolution Mechanism of Civil Society Organizations (CSOs) Based on Law No. 16 of 2007). Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 11(1). https://doi.org/10.22212/jnh.v11i1.1584
  11. Nalle, V. I. (2017). Asas Contarius Actus pada Perpu Ormas: Kritik dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara dan Hak Asasi Manusia. PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 4(2), 244–262. https://doi.org/10.22304/pjih.v4n2.a2
  12. Popplewell, R. (2018). Civil Society, Legitimacy and Political Space: Why Some Organisations are More Vulnerable to Restrictions than Others in Violent and Divided Contexts. Voluntas, 29(2), 388–403. https://doi.org/10.1007/s11266-018-9949-2
  13. Pramono, G. E. (2003). Transformasi Organisasi Kemasyarakatan ( Ormas ) menjadi Kelompok Kekerasan. Jurnal Keamanan Nasional, 1(2), 1167–1180.
  14. Prayudi, W. Aryo, L. J., & Lindawaty, S. D. (2022). Peran Organisasi Masyarakat dalam Harmonisasi Sosial. In Publica Indonesia Utama.
  15. Prayudi. (2018). Politik Pengendalian Rezim Terhadap Organisasi Masyarakat. Kajian, 3(2), 75–94. https://jurnal.dpr.go.id/index.php/kajian/article/view/1875
  16. Pradoto, Slamet W., & Umar, Budi Nursal S. (2025). Legal Review and Democratic Challenges of Community Organizations in Indonesia. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(1), 8. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i1.4774
  17. Setiawan, A. R. (2020). Analisis Terhadap Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Res Publica, 4(3), 273–288. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31708/
  18. Suci, A. I. (2022). Peran Organisasi Kemasyarakatan Islam di Indonesia. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/peran-organisasi-kemasyarakatan-islam-di-indonesia/2
  19. Suteki, S., & Jalil, A. (2021). Dissolution of Islamic Community Organizations (Ormas) in the Context of a State of Law and a Democratic State. Walisongo Law Review (Walrev), 3(2), 223–242. https://doi.org/10.21580/walrev.2021.3.2.10848
  20. Tampubolon, M., & Silaban, P. (2020). Juridical Analysis of the Enactment of Government Regulation on the Right of Assembly in Indonesia. International Journal of Law and Society, 3(3), 123. https://doi.org/10.11648/j.ijls.20200303.17
  21. Wibowo, C., & Harefa, H. (2015). Urgensi Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan oleh Pemerintah. Jurnal Bina Praja, 07(01), 01–19. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.01-19
  22. Winata, M. R. (2018). Politik Hukum dan Konstitusionalitas Kewenangan Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Berbadan Hukum oleh Pemerintah. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(4), 445–464. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.v18.445-464
  23. Zia Ul-Haq, M. A. (2023). Problematika Penerbitan PERPPU Di Indonesia: Studi Kasus PERPPU No 1 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Japhtn-Han, 2(2), 291–304. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v2i2.39
Unduhan
Lisensi

Hak Cipta (c) 2026 Muhaimin, Novi Enjelina Putri

Creative Commons License

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Cara Mengutip

The Reorientation Of Ormas Policy And Governance As A Forum For People’s Political Participation: A. Legal Framework for the Management of Mass Organisations in Indonesia B. Mass Organisations as Representatives of Public Political Participation C. Reorientation of Policies Facilitating the Role of Mass Organisations. (2026). Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies, 6(2), 145-159. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.6.2.145-159