Akses terbuka Vol 6 No 2 (2026) · hlm. 101-114

A MENILAI ULANG KEWENANGAN PEMERINTAH DALAM MENGATUR ORMAS BERBASIS ANGGOTA

Penulis

  • Wiranata Nababan Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Elsa Gustini Vinsensia Situmorang Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Abstrak

Latar Belakang: Organisasi kemasyarakatan (Ormas) merupakan pilar penting dalam demokrasi Indonesia, sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mengontrol kekuasaan negara. Namun dalam praktiknya, pengelolaan ormas menghadapi tumpang tindih kewenangan antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang menimbulkan kebingungan hukum, lemahnya pengawasan, dan celah penyalahgunaan oleh ormas, termasuk ormasa yang terlibat dalam praktik premanisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang distribusi kewenangan antara Kemendagri dan Kemenkumham dalam pengelolaan dan pembubaran ormas, serta menelaah dilema konstitusional antara menjamin kebebasan berserikat dan menjaga ketertiban umum dalam kerangka negara demokratis. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari literatur akademik, regulasi perundang-undangan, laporan media, serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan normatif. Hasil: Penelitian menemukan bahwa pembagian kewenangan antara Kemendagri dan Kemenkumham belum proporsional dan ambiguitas, terutama dalam hal pengawasan dan pembubaran ormas berbasis anggota. Reposisi kewenangan diperlukan agar Kemendagri menangani ormas berbasis anggota (perkumpulan), sementara Kemenkumham mengelola yayasan yang tidak berbasis anggota. Selain itu, perubahan melalui Perppu Ormas 2017 yang menghapus proses pengadilan dalam pembubaran ormas menunjukkan pergeseran dari pendekatan persuasif ke represif, yang berpotensi melemahkan prinsip negara hukum dan demokrasi. Kesimpulan: Reposisi kewenangan antara Kemendagri dan Kemenkumham harus didasarkan pada karakteristik keanggotaan ormas. Proses pembubaran ormas juga harus menjunjung asas due process of law dan prinsip proporsionalitas agar tidak mencederai hak konstitusional warga negara. Negara memiliki hak untuk membatasi kebebasan berserikat demi ketertiban umum, namun pembatasan tersebut harus dilakukan secara hati-hati, legal, dan diterima secara sosial untuk menjaga legitimasi kebijakan publik dalam negara demokratis.

Kata Kunci
  • Ormas; kewenangan; kebebasan berserikat; ketertiban umum, demokrasi
Referensi
  1. Adam, Haidar. (2024). Kedudukan Hukum Organisasi Kemasyarakatan dalam Perspektif Siyasah, https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.830
  2. Al Araf. (2022). Pembubaran Ormas Sejarah dan politik-Hukum di Indonesia (1945-2018). (A. Kurnia, Ed.) (1st ed., Vol. 1). Jakarta: KPG (kepustakaan Populer Gramedia).
  3. Amer, N. (2020). Analisis pembubaran organisasi kemasyarakatan dalam perspektif negara hukum. Jurnal Legislatif, 3(2), 147–165. https://doi.org/10.33756/jelta.v13i01.5417
  4. ASH. (2013). Salah Kaprah Memasukkan Yayasan ke dalam UU Ormas. Retrieved May 31, 2025, https://www.hukumonline.com/berita/a/salah-kaprah-memasukkan-yayasan-ke-dalam-uu-ormas-lt528c7df5e192a/
  5. Basniwati, A. D., & Saleh, M. (2022). Administrative Law Aspect of Common Ministerial Decree on the Mass Organization Dissolution. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 10(1), https://doi.org/10.29303/ius.v10i1.1032
  6. Binekasri, F. S. dan R. (2025). Ormas Preman Bisa Bawa Malapetaka bagi RI, Pengusaha Teriak! Retrieved May 31, 2025, https://www.cnbcindonesia.com/news/20250503124754-4-630660/ormas-preman-bisa-bawa-malapetaka-bagi-ri-pengusaha-teriak
  7. Buyse, A. (2018). Squeezing civic space: Restrictions on civil society organizations and the linkages with human rights. The International Journal of Human Rights, 22(8), 966–988. https://doi.org/10.1080/13642987.2018.1492916
  8. Dupuy, K., Ron, J., & Prakash, A. (2016). Hands off my regime! Governments’ restrictions on foreign aid to non-governmental organizations in poor and middle-income countries. World Development, https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2016.02.001
  9. Elfudllatsani, B. (2019). Kajian Mengenai Kebebasan Berkumpul Dan Berserikat Pasal 28e Ayat (3) UU Dasar 1945 Melalui Organisasi Kemasyarakatan Kaitannya Dengan Teori Kedaulatan Rakyat Dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Pasca Sarjana Hukum UNS (Vol. 1). https://doi.org/10.20961/hpe.v7i1.29190
  10. Firosa, M. A. (2019). Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan dalam Perspektif Hak Kebebasan Berserikat Berdasarkan Konstitusi Negara Republik Indonesia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 2(2), 147–162. https://www.semanticscholar.org/reader/46b7450b2fd72999edafc7e60269b32a3d24bb77
  11. Satria, Gilang., Ferdian, Aswar. (2025). Gangguan Ormas di Pabrik BYD Subang Jadi Sorotan Media China. Retrieved June 12, 2025, from https://otomotif.kompas.com/read/2025/05/07/131453415/gangguan-ormas-di-pabrik-byd-subang-jadi-sorotan-media-china
  12. Ginanjar, R. P. A. (2025). Sederet Kasus Ormas GRIB Jaya, Bakar Mobil Hingga Segel Perusahaan. Retrieved May 26, 2025, from https://www.tempo.co/hukum/sederet-kasus-ormas-grib-jaya-bakar-mobil-hingga-segel-perusahaan-1344501
  13. Glasius, M., Schalk, J., & De Lange, M. (2020). Illiberal norm diffusion: How do governments learn to restrict nongovernmental organizations? International Studies Quarterly. https://doi.org/10.1093/isq/sqaa018
  14. Herdiasnyah, H. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
  15. Alfajri, Insan., et.al… (2025). Ormas Paling Meresahkan Sektor Industri (3). Retrieved July 2, 2025, https://www.kompas.id/artikel/gangguan-ormas-paling-meresahkan-sektor-industri
  16. Issacharoff, S. (2006). Fragile Democracies. New York University Public Las and Legal Theory Working Papers, 40. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=935395
  17. Jatim, M., & Yustitianingtyas, L. (2021). Analisis Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Perspektif Asas Contarius Actus. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 6(2). https://doi.org/10.25170/paradigma.v6i02.2637
  18. Khasanah, R., & Pratama, A. B. (n.d.). Kewenangan Pemerintah Dalam Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Manabia : Journal of Consitutional Law. https://doi.org/10.28918/manabia.v3i01.962
  19. Krisnadana, I. G. P. A., Suryawan, I. G. B., & Widiati, I. A. P. (2022). Kewenangan pemerintah dalam pembubaran organisasi kemasyarakatan. Jurnal Konstruksi Hukum, https://doi.org/10.22225/jkh.3.1.4242.98-103
  20. Kurniawan, M. B. (2018). Konstitusionalitas kewenangan pembubaran organisasi kemasyarakatan berbadan hukum oleh pemerintah. Jurnal Konstitusi, 15(3), https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1531
  21. Labolo, M. (2022). Demokrasi Religi dan Otoritas. (M. Riqqo Khadafi, Ed.). Puerbalingga: Eureka Media Aksara.
  22. Latifah, M. (2020). Pelindungan HAM dalam Mekanisme Pembubaran Ormas Berbadan Hukum Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2017 (Human Rights Protection on Dissolution Mechanism of Civil Society Organizations (CSOs) Based on Law No. 16 of 2007). Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 11(1). https://doi.org/10.22212/jnh.v11i1.1584
  23. Latipulhayat, Atip. (2017). Due Process of Law. PIJH Padjajaran Jurnal Ilmu Hukum, https://doi.org/10.22304/pjih.v4n1.a0
  24. Poppe, A. E., & Wolff, J. (2017). The contested spaces of civil society in a plural world: Norm contestation in debates about restrictions on international civil society support. Contemporary Politics, 23(4), 469–488. https://doi.org/10.1080/13569775.2017.1343219
  25. Pramono, W. I., & Munandar, A. I. (2020). Peran UU Ormas Terhadap Penyelesaian Konflik Antar Ormas. Jurnal Ilmiah Living Law, 12(1), 52. https://doi.org/10.30997/jill.v12i1.2296
  26. Putri, L. R., Joshua, W., & Maharjan, K. (2023). Democracy in the Indonesian Perspective: Government System. International Journal of Educational Narratives, 1(6), 314–319. https://doi.org/10.55849/ijen.v1i6.302
  27. Roggeband, C., & Krizsán, A. (2021). The selective closure of civic space: Understanding the transformation of civil society. Global Policy, 12(S5), 23–33. https://doi.org/10.1111/1758-5899.12973
  28. Sari, D. N., & Makbul, A. (2021). Kewenangan Dalam Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dengan Berlakunya UU Nomor 16 Tahun 2017. Jurnal Penelitian Hukum Legalitas, 15(2), 45–53. https://ejournal.jayabaya.ac.id/index.php/Hukum_Legalitas/article/view/213 3
  29. SDPDN Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri. (2024). Data Jumlah Ormas Berbadan Hukum & Tidak Berbadan Hukum Update Februari 2024. https://pelita.kemendagri.go.id/
  30. Sharma, R. (2023). Civil society organizations’ institutional climate capacity for community-based conservation projects: Characteristics, factors, and issues. Current Research in Environmental Sustainability, 5, 100218. https://doi.org/10.1016/j.crsust.2023.100218
  31. Toepler, S., Zimmer, A., Fröhlich, C., & Obuchowski, M. (2020). The Changing Space for NGOs: Civil Society in Authoritarian and Hybrid Regimes. Voluntas: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organizations, 31(4), 649–662. https://doi.org/10.1007/S11266-020-00240-7
  32. Wasistiono, S., & Rohmadin, S. (2023). Kepemimpinan Pemerintah dan Kepamongprajaan. Simply Media 158.
  33. Wasistiono, S. (2017). Perkembangan Ilmu Pemerintahan (dari Klasik sampai dengan Kontemporer). Sumedang: IPDN Press.
  34. Winata, M. R. (2018). Politik Hukum dan Konstitusionalitas Kewenangan Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Berbadan Hukum oleh Pemerintah. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(4), 445. https://lawpolicyjournal.id/index.php/dejure/article/view/533
  35. Yadjib, Suardi. (2025). Kemenkumham Tunggu Langkah Kemendagri soal Penertiban Ormas Meresahkan. Retrieved May 30, 2025, https://www.antaranews.com/berita/4833513/kementerian-hukum-tunggu-kemendagri-soal-penertiban-ormas
  36. Zed, Mestika. (2017). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Rahmatika Kretive Design.
Unduhan
Lisensi

Hak Cipta (c) 2026 Wiranata Nababan, Elsa Gustini Vinsensia Situmorang

Creative Commons License

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Cara Mengutip

A MENILAI ULANG KEWENANGAN PEMERINTAH DALAM MENGATUR ORMAS BERBASIS ANGGOTA. (2026). Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies, 6(2), 101-114. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.6.2.101-114